Terapi Senam Otak Terhadap Fungsi Kognitif Lansia Demensi
Keywords:
senam otak, lansia demensia, kognitifAbstract
Seiring penuaan selain terjadi penurunan fungsi fisik, umunya terjadi kemunduran daya ingat dan kecerdasan. Akibatnya, proses berpikir menjadi lamban, sulit konsentrasi, dan kemampuan daya ingat menurun. Pada lanjut usia (lansia), penurunan kemampuan otak dan tubuh membuat tubuh mudah jatuh sakit, pikun, frustasi. Salah satu cara untuk mengatasi hal ini adalah dengan terus menstimulasi otak. Tujuan dari Penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh terapi senam otak terhadap fungsi kognitif lansia demensia. Penelitian ini menggunakan quasi experimental one group pretest and post test design. Populasi dari penelitian ini adalah lanjut usia yang mengalami demensia di Kelurahan Loka Kecamatan Ujungbulu Kabupaten Bulukumba.Waktu penelitian yaitu pada tanggal 23 juni-11 juli 2014. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling sehingga diperoleh sampel sebanyak 15 orang lansia yang sesuai dengan kriteria Inklusi. Alat ukur yang digunakan adalah lembar observasi MMSE (Mini Mental State Examination). Hasil penelitian menunjukan bahwa p Value = 0,000 atau p <0,005 sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa ada pengaruh senam otak terhadap peningkatan fungsi kognitif lansia demensia. Dari hasil penelitian terbukti bahwa hipotesa alternatif (Ha) diterima, yaitu ada pengaruh senam otak terhadap fungsi kognitif lansia demensia di Kelurahan Loka Kecamatan Ujungbulu Kabupaten Bulukumba. Untuk Penelitan lanjutan diharapkan peneliti menggunakan sampel yang lebih banyak dan responden dibagi ke dalam kelompok intervensi dan kelompok kontrol agar dapat diketahui perbandingan pengaruh senam otak tersebut pada kelompok yang dilakukan intervensi.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2016 Journal of Nursing Nusantara Jaya

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.