Analisis Burnout Perawat di Ruang Rawat Inap dengan Kunjungan Intensif dan di Ruang Perawatan Interna RSUD Syekh Yusuf Kab. Gowa

Penulis

  • Hamsiah Hamzah STIKES Nusantara Jaya Penulis

Kata Kunci:

Burn out perawat

Abstrak

Kondisi perawat di ruangan rawat inap dengan kunjungan intensif, sering merasakan bosan dan jenuh terhadap pekerjaan yang terlalu berlebihan yang ditujukan kepada dirinya. Beban kerja yang berlebihan seperti, setiap tindakan yang dilakukan harus ditulis, tanggung jawab yang harus dipikul, pekerjaan rutin dan yang bukan rutin yang harus dilakukan, pergantian shift yang tidak disiplin dan perawat yang datang terlambat. Di ruang perawatan interna, kondisi perawat rentan mengalami burnout yaitu banyaknya jumlah pasien baik di rawat inap maupun di rawat jalan dengan jumlah perawat yang kurang memadai. Selain itu, penerimaan honor atau insentif yang sering terlambat, serta ketidakhadiran dari rekan kerja membuat perawat menjadi kurang produktif dalam melakukan pekerjaanya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kejenuhan (burnout) perawat di ruang rawat inap dengan kunjungan intensif dan di ruang perawatan interna RSUD Syekh Yusuf Kabupaten Gowa Jenis penelitian ini adalah desain analisis deskrptif. Jumlah sampel penelitian 34 responden. Penelitian ini menggunakan teknik total sampling .hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari 34 responden yang mengalami kelelahan emosional yaitu hanya 1 (2,9%) perawat yang mengalami kelelahan emosional dan 33 (97,1) tidak mengalami kelelahan emosional. Pada pernyataan depersonalisasi sebanyak 5 (14,7 %) responden yang mengalami depersonalisasi 29, dan (85,3%) responden yang tidak mengalami depersonalisasi sedangkan pada penurunan pencapaian prestasi diri menunjukkan bahwa dari 34 responden hanya 1( 2,9%) yang mengalami penurunan pencapaian prestasi diri, dan 33 (97,1%) yang tidak mengalami penurunan pencapaian prestasi diri. Disarankan kepada pimpinan Rumah Sakit agar tetap mempertahankan motivasi kerja perawat yang sudah memadai dan pengukuran motivasi yang dapat mengungkapkan dimensi yang masih lemah. Kepada perawat hendaknya meningkatkan kinerjanya dengan cara mengevaluasi hasil kinerja, mengikuti pelatihan-pelatihan, menciptakan lingkungan kerja yang kondusif sehingga kinerja dapat lebih maksimal.

Diterbitkan

2025-08-01

Terbitan

Bagian

Articles